Bersikap dalam “Masalah…”

       Dalam tulisan kali saya akan membahas tentang apa itu masalah dan penyelesaian menurut pandangan saya. Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti pernah menghadapi suatu masalah, tapi sebenarnya apa arti sebenarnya dari masalah iu, dan kapan kita sudah benar-benar dihadapi oleh masalah. Dan bagaimana sikap kita dan menanggapi suatu masalah, pastinya setiap orang punya prinsip atau caranya masing-masing untuk menyelesaikannya. Kalau dilihat lebih jauh banyak sekali pelajaran lebih baik yang dapat kita peroleh dari adanya masalah itu, tapi tidak jarang disekitar kita justru terjerumus oleh masalahnya sendiri. Saya dapat mengilustrasikan masalah itu seperti “api” yang dapat bermanfaat jika digunakan seperlunya dan pada tempatnya dan sebaliknya api juga bisa sangat merugikan jika disalahgunakan dan dapat sangat merugikan bukan hanya diri sendiri tapi orang lain sekitarnya.

                Kita akan melihat beberapa pengertian masalah menurut para ahli dibawah ini :

  • Menurut Irmansyah Effendi, masalah adalah pelajaran saat anda sadar sebagai kesadaran jiwa, anda dengan mudah dapat melihat kelemahan dan masalah anda.
  • Menurut Hudoyo, masalah adalah pernyataan kepada seseorang dimana orang tersebut tidak mempunyai aturan/hukum tertentu yang segera dapat digunakan untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.
  • Menurut Agung wijaya, masalah merupakan suatu keadaan yang tidak seimbang antara harapan/keinginan dengan kenyataan yang ada.

       Setelah melihat penegertian masalah-masalah dari para ahli saya dapat menarik kesimpulan bahwa masalah adalah suatu keadaan yang tidak sejalan dan dari masalah itu kita dapat mengambil pelajaran dan menemukan jawaban dari masalah-masalah tersebut. Masalah bisa timbul dimanapun kapanpun kamu berada. Dan masalah bisa datang dari orang lain ataupun dari diri sendiri sekalipun. Apakah semua keadaan bisa dikatakan masalah? . Suatu keadaan bisa dikatakan masalah jika kita menganggap keadaan itu sudah mulai mengganggu pikiran dan harus diselesaikan. Pikiran yang mengganggu itu bisa datang dari orang lain dan masalah itu harus diselesaikan dengan orang-orang yang terlibat. Ataupun masalah bisa datang dari diri sendiri, tentang kegelisahan diri sendiri. Kita dapat melihat alasan dari masalah itu dan lebih introspeksi diri, tetapi jangan sampai lepas kendali tetap gunakan logika dan akal sehat supaya kita tidak terbelenggu oleh pikiran yang kita buat sendiri. Pola pikir seseorang akan menjadi kunci untuk membuat sebuah keputusan dan tindakan apa yang akan dilakukan.

       “Suatu Masalah Harus Diselesaikan Bukan Untuk Dihindari”. Salah satu kata positif yang membangun untuk menyeselesaikannya. Masalah bukan selayaknya seperti monster yang harus ditakuti dan dihindari. Seperti dihadapkan dalam soal ujian yg sebernarnya jawabannya sudah ada tetapi kita harus memilih salah satu ataupun harus mencari sendiri dengan cara sendiri jawaban apa yang harus kita jawab. Dan harus dijawab supaya kita dapat mengetahui hasilnya benar atau salah, dan kalau tidak dijawab kalian tidak akan bisa tahu hasilnya dan tidak bisa belajar dari jawaban itu.

       Ilustrasi lain masalah itu seperti sedang mengerjakan soal matematika dan juga cara penyesesaiannya. Dibiasakan harus dikerjakan secara sistematis, step by step, dan biarkan proses itu yang akan menjadikan pelajaran, pengalaman baru untukmu dan kamu akan mendapatkan hasil nyatanya. Matematika adalah salah satu ilmu pasti ada jawaban yang benar, tetapi mempunyai banyak cara yang berbeda untuk mendapatkan jawabannya. Kita hanya tinggal memilih menggunakan cara yang seperti apa yang akan digunakan, tetapi agar lebih efektif pilihlah cara yang praktis dan cermat. Begitupun dengan masalah kita akan dihadapkan oleh banyak cara untuk menyeselesaikannya dan kita akan memilih salah satunya yang cermat untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

       Setelah ilustrasi tersebut, saya akan mencoba memberikan salah satu contoh yang mungkin pernah kamu alami juga. Misalnya kita dihadapkan suatu oleh keadaan dimana kita berada dilingkungan yang baru dan mau tidak mau kita butuh penyesuaian. Dalam penyesuaian tersebut kita bisa dihadapi suatu masalah jika kita tidak bisa menyesuaikan lingkungan sekitar. Tetapi jika kita bisa dengan cepat dan membuka diri untuk dapat menyesuaian dalam lingkungan yang baru, dan itu tidak lagi menjadi masalah. Jadi dapat dikatakan masalah jika keadaan tersebut sudah mengganggu pikiran karena tidak bisa menyesuaikannya. Memang awalnya tidak mudah untuk melakukannya pasti butuh proses, tapi bukan berarti tidak bisa. Itu lebih karena kita dipermainkan oleh pikiran-pikiran yang dapat menggangu itu menjadikan suatu masalah. Saya melihat satu keadaan yang sama bisa diartikan ataupun dipilih menjadi masalah atau tidak masalah oleh diri sendiri dengan bagaimana cara kita memandang keadaan tersebut.

       Kalau kita sudah mengganggap itu menjadi masalah mari kita lihat step by step nya. Hal pertama dapat kita lakukan adalah jangan panik, tetap berfikir logis dan tenang. Sikap panik hanya akan membuat masalah itu jauh lebih besar dari sebelumnya dan lebih fatal lagi dapat memperburuk keadaan dirimu sendiri. Carilah apa yang menjadi akar permasalahan itu dengan pikiran yang tenang, tidak dalam keadaan emosi dan tidak terpengaruh terhadap apapun. Setelah menumukan akar permasalahannya, carilah jalan keluar untuk masalah itu misalnya akar permasalahannya itu ada pada tak ada seorangpun yang dapat mengerti, tak bisa sejalan dan tidak sepemikiran dengan kita. Jangan dipaksakan untuk mencari itu kalau dirasa cukup sulit menemukannya, tapi cobalah kita mengerti orang lain dan mulai untuk menyesuaikan orang sekitar. Menyesuaikan cara kita bersikap, menyesuaikan pola pikir lingkungan sekitar kita berada. Dan seiring berjalannya waktu setelah kita dapat menyesuaikannya maka orang lain pun juga dapat menyesuaikan sikap dan karakter kita dalam lingkungan baru tersebut.

       Semua yang datang dari-Nya tidak ada yang sia-sia. Begitupun masalah itu datang dari yang Maha Kuasa. “Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya jika hamba nya tidak mampu menyelesaikannya”. Percaya pada diri sendiri bahwa kamu mampu dan latihlah pikiranmu untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah dihadapkanmu. Demikian paparan dan pendangan saya tentang menghadapi suatu permasalahan, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s