LABORATORIUM MENEJEMEN KEUANGAN 2

Mata kuliah Menejemen Keuangan 2 di Universitas Gunadarma yang ada disemester empat ini terdapat */** yang artinya mata kuliah ini adalah mata kuliah ujian utama dan ada Lab nya yaitu Laboratorium Menejemen Keuangan 2. Kali ini saya akan menulis tentang Lab Menejemen Keuangan 2 atau sering disingkat Lab Mamen ini yang ada di Gunadarma. Sebelumnya mengkin belum ada yang tahu apa itu Laboratorium Menejemen Keuangan 2 berikut sedikit paparannya:

Laboratorium Manajemen Menengah merupakan salah satu jajaran Laboratorium Manajemen di lingkungan Universitas Gunadarma, menyelenggarakan praktikum bidang ilmu manajemen tingkat menengah, yang menekankan pada :

  1. Pemecahan masalah-masalah optimasi dalam pengambilan keputusan manajemen.
  2. Mengembangkan keterampilan penggunaan perangkat lunak aplikasi.

Laboratorium Manajemen Menengah (Lab-MM) adalah suatu unit kerja yang bertanggung jawab pada kegiatan praktikum mata kuliah penunjang dan praktikum mandiri di lingkungan Universitas Gunadarma. Lab-MM ini telah melaksanakan kegiatannya sejak tahun 1994, mengembangkan program aplikasi Manajemen Keuangan, Manajemen Operasional dan Riset Operasional. Pada perkembangannya saat ini telah meluncurkan modul praktikum dengan program aplikasi yang diperuntukan bagi mahasiswa Program Diploma Tiga Bisnis dan Kewirausahaan (D3-BK) Universitas Gunadarma, dengan praktikum Dasar Manajemen Keuangan/Manajemen Keuangan 2, Komunikasi Pemasaran, Manajemen Pemasaran Jasa serta Internet dan Jaringan.

Pertama kali saya liat jadwal Lab Manejemen Keuangan 2 ini saya dapet jadwal dihari Minggu di kampus J3 Kalimas, itu benar-benar agak sedikit malas yang seharusnya bisa libur (weekend) ini harus masuk di hari minggu, yasudahlah saya ikuti saja. Semua Lab pasti punya tata tertibnya masing-masing begitu juga di Lab ini, sebisa mungkin saya harus bisa menaatinya mulai dari pakaiannya, datang tepat waktu, adanya Laporan Pendahuluan (LP), Laporan Akhir (LA), nilai max semua lab juga pasti punya tat tertib itu. Mungkin yang agak sedikit berbeda dari lab-lab yang sebelunya menurut saya adalah di Laporan Pendahuluannya yaitu materi yang akan kita pelajari dihari itu. Mungkin di lab yang lain laporan pendahuluannya bisa untuk ditulis tangan untuk meteri selanjutnya tapi di Lab Mamen ini kita dituntut bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh KP (Ketua Praktkum) ataupun yang sudah ada didalam software yang langsung kita kerjakan. Didalam laporan pendahuluan itu pun kita tidak boleh mendapatkan nilai 0 (nol) minimal dua kali karena kalau kita mendapatkannya kita akan lagi disuruh buat makalah tentang Menejemen Keuangan ini, untuk menghindarinya sebisa mungkin harus belajar sebelum masuk materi agar mendapatkan point dalam LP ini. Sedikit lebih tegas tapi saya rasa itu cukup bagus untuk para mahasiswa karena sebelumya kita dipaksa untuk tahu terlebih dahulu materi apa yang akan dipelajari natinya, dan yang kurang paham bisa langsung ditanyakan.

Kali ini di Laboratorium Manejemen Keuangan 2 ini saya akan memperkenalkan siapa saja kaka asitennya. Ketua Praktikumnya adalah ka Brian, tutornya adalah ka Rahmat dan kaka asisten yang lainnya ada ka Adhi dan ka Yudhi. Ka Brian yang menjadi KP didalam Lab Mamen ini sudah cukup tegas dalam mengatur jalannya Lab ini agar berjalan lancar dan baik dan sudah baik dalam membimbing kita supaya lebih memahami materi-materi yang diajarkan. Untuk Ka Rahmat yang menjadi tutor sudah baik dalam menyampaikan materi-materi yang telah diberikan, tapi kalau boleh saran kalau bisa jangan terpaku pada bahasa yang ada dibuku supaya lebih bisa dipahami secara jelas dan muadah dicerna dengan bahasa sendiri dan berikan contoh-contoh agar lebih bisa dipahami lebih jelas lagi. Untuk ka Yudhi dan ka Adhi sama juga sudah baik dalam membantu kita dalam mempelajari software yang ada sehingga kita bisa lebih jelas dan paham untuk memahami materi yang diberikan.

Sekarang kita bahas tentang materi-materi yang dipelajari dalam Lab Manejemen Keuangan 2 ini. Bab I yaitu Kebijakan Deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan (deviden) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali (laba ditahan). Kebijakan Stock Deviden adalah keijakan yang pembayaran devidennya kepada pemegang saham dalam bentuk saham bukan dalam uang tunai. Kebijakan Stock Splits merupakan kebijakan untuk menigkatkan jumlah lembar saham dengan cara pemecahan jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan pengurangan nilai nominal saham yang lebih kecil secara proposional. Kebijakan Reverse Splits merupakan kebijakan untuk menurunkan jumlah lembar saham dengan cara pengurangan jemlah lembar saham menjadi lembar yang lebih sedikit dengan penambahan harga nominal per lembar secara proposional.

Bab III membahas tentang Analisis Sumber dan Penggunaan Dana / analisa aliran dana merupakan alat analisa finansial yang digunakan untuk mengetahhui dari mana dana didapatkan dan untuk apa dana itu dibelanjakan. Laporan yang menggambarkan darimana dana didapatkan dan untuk apa dana itu digunakan disebut dengan laporan Sumber Dan Penggunaan Dana. Elemen yang memperbesar dana kan menjadi sumber dana, dan elemen yang memperkecil dana menjadi penggunaan dana.

Bab IV ini membahas akan membahas tentang Analisis Financial Leverage digunakan untuk mengukur tingkat kepekaan antara EPS (Earning per Share) terhadap perubahan EBIT (Earning Before Interest and Tax). Perusahaan diakatakan menggunakan “Financial Leeverage” jika ia menggunakan sebagian dari aktivanya dengan sekuritas pembayaran bunga, misalnya hutang pada bank, menerbitkan obligasi atau saham preferen. Perubahan EBIT akan menegakibatkan perubahan EPS. Tingkat EBIT yang menghasilkan EPS yang sama besarnya pada berbagai perimbangan pembelanjaan (financial mix) dinamakan indifference Point atau Break Even Point dalam financial Leverage.

Bab V terakhir membahas tentang Investasi Dalam Aktiva Tetap diartikan sebagai proses yang mengacu pada sebuah pengganggaran modal. Proses pengambilan keputusan sebelum melakukan tindakan dalam suatu perusahaan harus didasari oleh keputusan yang matang, proses pengambilan keputusan berkenaan dengan investasi dalam aktiva tetap yang memerlukan proposal diterima atau ditolak hal ini mengacu pada penganggaran modal. Payback Periode yaitu lamanya waktu yang diperlukan agar dapat menutup kembali seluruh pengeluaran investasi dalam menggunakan arus kas. Net Present Value yaitu selisih antara nilai sekarang arus kan masuk yang akan diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar. Profitability Index yaitu membagi anatara nilai sekarang arus kas masuk yang akan diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar. Internal Rate Of Return (IRR) yaitu tingka diskon rate yang menjadi nilai sekarang arus kas masuk sama dengan arus kas keluar. Accounting Rate Of Return (ARR) yaitu membagi anatara earning after tax dengan total investasi yang dikeluarkan.

Demikianlah tulisan yang saya buat tentang Laboratorium Manejemen Keuangan 2 kali ini semoga bisa bermanfaat untuk yang membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s