Kesadaran Diri Untuk Sebuah Tanggung Jawab

Mindfulness is the foundation of our action (Kesadaran Penuh adalah dasar setiap tindakan kami) itu adalah kalimat bijak ataupun pernyataan motivasi yang pernah saya baca dan saya ingat. Pertama kali saya dengar kalimat itu yang ada dibenak saya saat itu adalah itu hanya sebuah kalimat kiasan ataupun pernyataan motivasi yang bagus dan menarik seperti pernyataan lain yang sudah sering saya dengar sebelum-sebelumnya. Tapi ternyata berbeda/tidak hanya sekedar itu saja, tapi dari pernyataaan tersebut saya mulai berfikir dan belajar tentang apa arti sebuah kesadaran diri yang penuh terhadap setiap tindakan yang saya lakukan. Kenyataannya bahwa hal itu sangatlah penting, bermaanfaat dan dapat mengubah diri baik itu untuk diri sendiri ataupun orang lain nantinya seperti yang pernah saya alami ini.

Alasan saya menulis cerita ini adalah saya ingin searing dengan kalian tentang tema kali ini yaitu Mindfulness is the foundation of our action. Saya ingin berbagi cerita yang mungkin dapat memberikan motivasi aaupun sekedar mengingatkan kepada kalian tentang arti sebuah kesadaran diri terhadap setiap tindakan yang kita lakukan. Dan dari kesadaran diri itu saya juga mendapatkan pelajaran tentang arti sebuah tanggung jawab yang telah diberikan kepada saya.

Pagi yang cerah itu saya berangkat dengan semangat pagi yang penuh dengan harapan akan hari yang baik seperti suasana hati saat itu. Hari pertama saya memasuki dunia baru, nyata dan sesungguhnya dimana saya menemukan orang-orang baru, pengalaman baru, ataupun keluarga baru nantinya. Saya seorang wanita yang memulai aktifitas baru saya setelah lulus dari Sekolah itu, sebut saja Airin seperti biasanya mereka menyapa saya. Pagi itu saya datang langsung disambut oleh seorang wanita cantik, dan terlihat sangat baik, ramah Bu Riani namanya, yang ternyata ia adalah atasan saya. Bu Riani adalah sosok wanita yang baik, tegas, dewasa dan ia dapat menempatkan dirinya terhadap segala tempat, situasi kondisi setiap dimana dia berada. Itu yang membuat saya kagum padanya.

Hari pertama saya ditempat yang mungkin akan menjadi “rumah kedua”, saya pun memperkenalkan diri dan dengan ramah dan dia pun membalasnya demikian. Saya diperkenalkan olehnya bagaimana sistem kerja disana, tugas apa saja yang harus saya kerjakan setiap harinya sampai pada akhirnya saya diperkenalkan tentang sebuah pernyataan Mindfulness is the foundation of our action (Kesadaran Penuh adalah dasar setiap tindakan kami) walaupun awalnya saya masih bingung dengan maksud dari kata itu sebenarnya.

Suatu saat saya dikasih tugas oleh Bu Riani untuk mengerjakan sesuatu tugas yang harus saya selesaikan dengan rekan saya. Saat itu saya tidak sendiri tapi saya bersama Danu rekan sekaligus teman saya walaupun dia diatas saya usianya dan dia lebih dulu masuk daripada saya. Ka Danu begitu saya memanggilnya adalah sosok pria yang baik, tapi cenderung cuek, santai, dan sedikit egois. Pagi itu saat tugas itu datang kepada kami, saya hanya bisa bertanya maksud dari tugas tersebut dengannya dan dengan gampangnya ka Danu hanya menjawab “iya nanti”, katanya dan dia hanya sibuk dengan urusannya sendiri. Waktu belalu begitu cepat dan siangpun tiba, saya pun mengingatkan kembali ka Danu akan tugas yang tadi diamanatkan Bu Riani. Ka Danu pun baru mengingat dann segera bergegas mengerjakan tugas itu dan sayapun membantunya. Tak lama orang yang masuk shift 2 pun mulai berdatangan satu persatu, ada Bu Riani (SM), Ka Eki (AA) dan Mas Arial (Kurir) pun datang, waktu pun berlalu sampai pergantian shift pun tiba.

Seperti biasa dipergantian shift ini biasanya kita untuk mengevaluasi ataupun sharing yang biasa kita sebut dengan breafing. Bu Riani memulai breafing hari ini dengan salam dan membaca basmalah. Setelah semua penyerahan/operan-operan penting disampaikan, berikut percakapannya;

Bu Riani                : “ Danu bagaimana apa sudah selesai tugas yang saya kasih?”

Danu                     : “ Belum bu, banyak banget!”

Bu Riani                : “ Bagaimana tugasnya rin?” bu Riani bertanya pada saya.

Saya                       :” Iya bu belum selesai, baru dikerjakan tadi siang bu,”jawab saya dengan lugu.

Bu Riani                :” Danu, baru baru kerjakan? Kan saya mintanya dari tadi pagi, karena banyak yang harus kamu kerjakan makanya saya minta kamu menegerjakannya dari tadi pagi tapi kenapa kamu baru menegerjakannya siang?”,(Tanya bu Riani dengan nada sedikit tinggi).

Danu                     :” Iya bu maaf, lupa.” (nada pelan,menyesal)

Bu Riani                :” Kamu tuh kebiasaan, suka menyepelekan tugas apapun (bu Riani menegaskan, dan ka danu dan juga saya hanya bisa diam karena merasa bersalah.). Kalian masih ingat Mindfulness?” tanya bu Riani pada kami.

Eki                          :” Mindfulness is the foundation of our action (Kesadaran Penuh adalah dasar setiap tindakan kami).” Jawab ka eki.

Bu Riani                :” Mana Mindfulnessnya? Mana tsnggung jawab kalian? Itu baru tugas yang kecil, apalagi kamu dikasih tugas yang jauh lebih besar dan tanggung jawabnya pasti lebih besar, apa bisa/siap atau mampu kamu kerjakan?” (Bu Riani menegaskan).

“ Ini tidak hanya buat Danu tapi buat kalian semua juga”.(semua hanya tersentak terdiam).” Kesadaran itu datangnya dari diri sendiri, dan itu perlahan akan terbentuk karena terbiasa juga. Misalnya sudah terbiasa melaksanakan tugas atau kewajiban yang harus dikerjakan. Dan dari situ bisa timbul sebuah kesadaran diri karena tanpa disuruh atau diminta pun oleh orang lain kesadaran diri untuk mengerjakan tugas/kewajiban itu datang dari diri sendiri tidak dari siapapun. Satu lagi dari kesadaran itu akan terbentuk sebuah sikap tanggung jawab diri yang luar biasa karena datang dari diri sendiri tanpa orang lain meminta. Itu merupakan hal yang luar biasa yang bisa kalian rasakan sendiri manfaatnya nanti, dan sangat bermanfaat untuk diri sendiri dan dapat juga mempengaruhi orang lain supaya menjadi lebih baik lagi kedepannya. Itu merupakan salah satu sikap kedewasaan seseorang dapat terlihat, kesadaran diri adalah dasar setiap tindakan dan merupakan sebuah tanggung jawab diri seseorang. Coba kalian pikir dari sikap kesadaran diri saja banyak yang akan kita dapatkan sikap lain yang luar biasa, sebuah tanggung jawab, kedewasaan diri, itu akan terbentuk sendiri jika kalian benar-benar melakukannya dengan baik dan ikhlas.”(suasana menjadi hening dan semua hanya terdiam, tertunduk dan mulai berfikir/mencerna apa yang bu Riani sampaikan hari ini).

Bu Riani                :” Jadi bagaimana Danu, Airin?” Tanya bu Riani

Danu                     :” Iya bu akan saya lanjutkan pekerjaan saya.”

Saya                      :” Iya bu saya juga akan menyelesaikan pekerjaan saya.”

Bu Riani                :” Iya kalian harus menyelesaikan pekerjaan kalian sampai selesai, dan tidak boleh pulang kalau memang belum selesai, dan Eki tolong bantu Danu dan Airin mengerjakan pekerjaannya setelah pekerjaan kamu selesai.”

Eki                          :” Iya bu pasti.”

Bu Riani                :” Ada lagi yang mau disampaikan atau ditanyakan?”

Danu, Airin, Eki, Arial      :” Tidak bu.” (jawab serentak)

Bu Riani                :” Yasudah kalai tidak ada yang ditanyakan lagi saya akhiri breafing hari ini, terima kasih dan lanjutkan pekerjaan kalian.”

Selesai breafing semua melanjutkan pekerjaannya masing-masing termasuk saya dan ka Danu melanjutkan pekerjaan kami. Tidak lama ka Eki datang membantu kami.

Eki                                          :” Dan, kenapa sih lu kerjain? Lu mah ada-ada aja, udah tahu kerjaannya banyak, malah baru dikerjain siang!”

Danu                     :” Iya ka sory,,,gue ga tahu kalau tugasnya bakalan banyak gini,,,iya ka maaf.”

Tak lama berselang Bu Riani ikut membantu kami dan diikuti mas Arial juga. Kami pun secara bersama-sama saling membantu mengerjakan tugas itu diikuti dengan canda tawa dan kehangatan seperi sebuah keluarga, sungguh indahnya melihat kebersamaan ini. Waktu pun berlalu dan sang fajar mulai secara perlahan menurunkan sinarnya dan akhirnya pekerjaan itu pun dapat terselesaikan dengan sangat baik.

Saya                      :” Akhirnya selesai juga.Huhhh………..” (keluhku)

Bu Riani                :” Okeh sudah selesai, Danu Airin kalau mau pulang silahkan pulang, sudah sore juga, makasih atas kerjasamanya yaa….” (dengan ramahnya)

Daanu                   :” Iya b sama-sama. Oh iya yang tadi saya juga minta maaf ya bu,,”(jawab dengan nada lemah karena mulai lelah)

Bu Riani                : “ Iya tidak apa-apa, yang penting kamu jangan mengulangi kesalahan ataupun hal yang sama untuk kedua kalinya.”

Danu                     :” Okeh bu.”

Saya dan ka Danu pun akhirnya pulang dan mencoba mengambil hikmah dari kejadian yang hari ini daya dapatkan.

Dan dari kejadian itu ada sesuatu yang bisa saya pelajari bahwa kesadaran diri adalah dasar setiap tindakan yang saya lakukan kalu datang dari diri sendiri itu jauh lebih baik daripada disuruh/diminta oleh orang lain. Kesadaaaran diri dapat dipelajari dari siapapun (tidak harus dari atasan tapi dari teman-teman sekitar kita pun kita dapat melihat itu) kapanpun (setisp detik yang kita lewati dapat menjadi berharga kalau kita menyadari pentingnya sebuah waktu) dan dimanapun (tidak hanya disekolah, kampus atau tempat belajar lainnya yang berupa teori tapi disekitar kita beradapun kesadaran iu dapat tumbuh karena terbiasa dilakukan langsung  secara nyata). Pentingnya sebuah kesadaran itu bagi saya adalah dengan minfulness itu saya dapat mengerjakan semua pekerjaan saya dengan baik, dan ikhlas tanpa diminta atau disuruh orang lain dan tidak merepotkan orang lain disekeliling saya, dan saya menjadi lebih dewasa dan mempunyai sebuah tanggung jawab diri akan pekerjaan itu sendiri. Dari mindfulness itu sendiri juga saya mendapatkan hal lain yaitu sikap kedewasaan dan arti sebuah tanggung jawab diri. Kesadaran diri dapat dilatih oleh diri sendiri salah satunya dengan melakukan sesuatu tugas secara berulang dan menjadi terbiasa akan tugas itu tanpa menganggap itu menjadi sebuah tanggung jawab diri yang harus kita kerjakan dan lakukan dengan ikhlas niscaya pekerjaan itu akan terselesaikan dengan sangat baik dan akan tercipta kepuasan diri telah menyelesaikan pekerjaan itu dengan sanagt baik.

Demikian sedikit paparan mengenai Mindfulness yang dapat saya bagi, pesan terakhir saya mulailah melakukan, menyadari hal-hal kecil disekitar kita dan itu mungkin akan menjadi sebuah hal yang sangat besar dikemudian hari, kalau saya saja bisa mengapa kalian tidak???

Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s