ANGGARAN PENDAPATAN & BELANJA NEGARA ( APBN )

I.    Perkembangan Dana Pembangunan di Indonesia

       Dari segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN adalah merupakan konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu disusun setiap tahun. Seperti namanya, maka secara garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti dibawah ini :

  • Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan
  • Dari sisi pengeluaran, terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan

       APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Berimbang dalam arti pemerintah berusaha bahwa pengeluaran pemerintah akan selalu diusahakan dengan penerimaannya. Sedangkan dinamis diartikan bahwa akan selalu diusahakan adanya peningkatan yang terus menerus terhadap penerimaan negara dengan peningkatan kegiatan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut perlu diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih anatara penerimaan dalam negeri dengan penerimaan rutin, belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya pembangunan di Indonesia.

II.    Perkiraan Penerimaan Negara

A.   Penerimaan Dalam negeri

       Pertama, penerimaan dalam negeri untuk tahun-tahun setelah masa pemerintahan Orde baru masih cukup mengantungkan pada penerimaan dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Namun dengan mulai tidak menetunya harga minyak dunis, maka mulai disadari bahwa ketergantungan penerimaan dari sector migas perlu dikurangi. Untuk keperluan itu, maka pemerintah menempuh beberapa kebijaksaan diantaranya :

  • Deregulasi bidang Perbankan (1 Juni 1983), yakni dengan mengurangi peran bank sentral, serta lebih member hak kepada bank pemerintah maupun swasta untuk menentukan suku bunga deposito dan pinjaman sendiri. Dampak dari deregulasi ini adalah meningkatnya tabungan masyarakat.
  • Deregulasi bidang perpajakan (UU baru,1 Januari 1984), untuk memperbaiki penerimaan negara.
  • Kebijakan lain yang selanjutnya dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan mantap.B.             Penerimaan Pembangunan

Meskipun telah ditempuh berbagai upaya untuk meningkatkan tabungan pemerintah, namun karena laju pembangunan yang demikian cepat, maka dana tersebut masih perlu dilengkapi dengan dana penunjang dengan dana yang berasal dari luar negeri. Meskipun untuk selanjutnya bantuan luar negeri  (hutang bagi Indonesia) tersebut makin meningkat jumlahnya, namun selalu diupayakan suatu mekanisme pemanfaatan dengan prioritas sector yang lebih produktiif. Dengan demikiab bantuan luar negeri tersebut dapat dikelola dengan baik (terutama dalam hal pengembalian cicilan pokok dan bunganya) .

 

  1. III.                   Perkiraan Pengeluaran Negara
    1. A.             Pengeluaran Rutin Negara

Pengeluaran rutin negara adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu ada dan telah terencana sebelumnya secara rutin diantaranya :

ü  Pengeluaran untuk belanja pegawai

ü  Pengeluaran untuk beelanja barang

ü  Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom

ü  Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang

ü  Pengeluaran lain-lain.

  1. B.             Pengeluaran Pembangunan

Secara garis besar, yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantaranya adalah :

ü  Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen/lembaga negara, diantaranya untuk membiayai proyek-proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing-masing departemen/lembaga negara bersangkutan.

ü  Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I & II).

ü  Pengeluaran pembangunan lainnya.

 

  1. IV.                   Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara

Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah :

  1. A.             Penerimaan Dalam Negeri dari Migas

Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :

ü  Faktor minyak rata-rata per hari

ü  Harga rata-rata ekspor minyak mentah

  1. B.             Penerimaan Dalam Negeri di Luar Migas

Faktor-Faktor yang dipertimbangkan adalah :

ü  Pajak penghasilan

ü  Pajak pertambahan nilai

ü  Bea masuk

ü  Cukai

ü  Pajak ekspor

ü  Pajak bumi dan pembangunan

ü  Bea materai

ü  Pajak lainnya

ü  Penerimaan bukan pajak

ü  Penerimaan dari hasil penjualan BBM

  1. C.             Penerimaan Pembangunan

Terdiri dari penerimaan bantuan dan bantuan proyek.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s