PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

A.        Keadaan Geografis Indonesia

Kenyataan pertama yang harus diakui adalah Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dapat menjadi suatu kekuatan bagi perkembangan perekonomian kita ataupun sebaliknya menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita. Menjadi suatu kekuatan dan kesempatan karena dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memliki pilihan produk yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar local maupun internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan Negara andalan memalui indistri pariwisata. Dan dapat menjadi kelemahan dan ancaman jika sumber daya yang ada disetiap pulau hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Demikian pula jika masih banyak pihak luar yang secara illegal mengambil kekayaan alam Indonesia diberbagai kepulauan dan sulit dilakukan pengawasan. Dengan demikian perlu koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dari pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya.

Kenyataan kedua adalah Indonesia hanya mengenal dua musim dengan demikian menyebabkan produk hasil bumi dan industry menjadi sangat spesifik sifatnya, diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia untuk memenangkan persaingan pasar local ataupun dunia. Ketiga adalah Negara Indonesia ini kaya akan bahan tambang yakni minyak bumi yang dulu pernah menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia namun sekarang masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumu sebagai salah satu sumbe devisa Negara. Keempat adalah Indonesia menempati posisi strategis terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Dari situ kita dapat memanfaatkannya, sedemikian rupa sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi, akan singgah dan membawa dampak positif bagi kebaikan peekonomian Indonesia.

 

B.        Mata Pencaharian

Mata pencarian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada disektor pertanian (agragis), yang tinggal dipedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, peternakan dan sejenisnya. Yang perlu diwaspadai dari sector pertanian (desa) adalah komoditi yang dihasilkan daro sektor ini relative tidak memiliki nilai tambah yang tinggi seperti sector lain (industri misalnya) sehingga tidak dapat bersaing dan semakin tertinggal dari sektor industri (kota). Langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasinya adalah :

  • Memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan dan prasarana bidang pertanian
  • Meningkatakan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja
  • Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
  • Menunjang kegiatan transmigrasi

 

C.        Sumber Daya Manusia (SDM)

Sebagai salah satu negara yang masih berkembang Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia, diantaranya :

1.    Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi

Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi negara jika tidak diikuti dengan peningkatan produksi dan efisiensi dibidang lainnya. Adapun tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah : Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB), ini diharapkan pertumbuhan akan lebih dapat dikendalikan. Meningkatkan mutu SDM dengan pendidikan formal maupun nonformal sehingga dapat menunjang peningkatan produktifitas guna mengimbangi laju pertumbuhan penduduk.

2.    Penyebaran Penduduk yang kurang merata

Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum. Daerah yang tampak menguntungkan (khususnya Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainnya dan akibatnya diluar daerah pulau jawa telah ketinggalan dari segi ekonomi. Adapun tindakan yang dapat dilakukan pemerintah : Penyelenggaraan program trasnsmigrasi sehingga akan terjadi pemerataan sumber daya ke daerah yang masih membutuhkan dan diharapkan dapat mengembangkan produktifitas mereka disana. Memperbaiki dan menciptakan lapangan kerja baru didaerah tertinggal sehingga penuduk sekitar tidak perlu kekota untuk mencari pekerjaan.

3.    Kurang seimbangnya struktur dan komoditi umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia muda serta mutu penduduk yang relative rendah.

Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar, perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga kerja muda dengan pendidikan formal maupun nonformal dengan ketrampilan dan pengetahuan. Langkah yang dapat ditempuh pemerintah adalah : Meninjau kembali sistem pendidikan Indonesia yang masih bersifat umum (general), sehingga lulusan yang dihasilkan menjadi lulusan yang siap kerja dan bukannya siap “latih kembali”. Menciptakan sarana dan prasaranya pendidikan yang lebih mendukung langkah pertama.

 

D.        Investasi

Dalam kondisi tertentu masih sulut untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana lebih besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerinah tidak dapat terus-menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya tersebut diantaranya : Lebih mengiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan penkreditan, terutama kredit untuk golongan lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s