Contoh Tulisan Organisasi Bisnis

Oranisasi Bisnis Apotek

Perngertian organisasi bisnis yaitu suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit). Contoh organisasi bisnis salah satunya adalah apotek. Apotek disebut organisasi bisnis dimana apotek menjalankan proses bisnis dan memperoleh keuntungan dari investasi yang ditanamkan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang organiasasi bisnis apotek, kita mesti mengetahui pengertian apotek terlebih dahulu. Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Apotek memiliki dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (non profit oriented) dan sebagai unit bisnis (profit oriented).

Apotek Sebagai Unit Pelayanan Kesehatan (non profit oriented)

Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan adalah memberikan pelayanan obat dengan atau tanpa resep dokter kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pembangunan kesehatan diarahkan pada tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk. Proses ini berjalan seiring dengan berkembangnya faktor penunjang kesehatan. Faktor penunjang kesehatan antara lain adalah ketersediaan obat yang terjangkau luas oleh masyarakat dengan kualitas yang memadai, sistem distribusi dan pelayanan obat yang baik, serta ketersediaan sarana pelayanan obat dan sarana pelayanan kesehatan yang memadai.

Selain itu tujuan pendirian apotek antara lain :

1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.

2. Sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.

3. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat pada umumnya.

4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).

Apotek Sebagai Unit Bisnis (profit oriented)

Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan obat, berupa resep maupun non resep, mendorong untuk mendirikan apotek sebagai sarana dan tempat pelayanan obat.  Hal ini penting dilakukan karena selain menjalankan fungsi sebagai unit pelayanan kesehatan, apotek juga berfungsi sebagai unit bisnis, dimana apotek menjalankan proses bisnis dan memperoleh keuntungan dari investasi yang ditanamkan. Dengan demikian diperlukan sebuah perencanaan sebelum melakukan pendirian dan pengelolaan apotek.

Apotek adalah bisnis yang sangat menarik dan akan senantiasa “basah”. Dengan perhitungan bisnis yang tepat dan kuantitatif, beserta manajemen perubahan yang cepat dan responsif dengan pasar, apotek akan selalu jadi primadona. Karena dari segi marketing, apotek memiliki posisi, diferensiasi, dan apalagi bila memiliki brand kuat, bukan tidak mungkin apotek akan memiliki konsumen loyal dalam komunitas tertentu.

Jadi apotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya (barang yang diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan kesehatan (alat kesehatan). Sebagai perantara, apotek dapat mendistribusikan perbekalan farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki beberapa fungsi kegiatan yaitu : pembelian, gudang, pelayanan dan penjualan, keuangan, dan pembukuan, sehingga agar dapat di kelola dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) disamping ilmu kefarmasian yang telah dikuasai, juga diperlukan ilmu lainnya seperti ilmu Pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting). Apotek bukanlah suatu badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya.

Dengan demikian, seorang (APA) dalam menjalankan profesi apotekernya di apotek tidak hanya pandai sebagai penanggung jawab teknis kefarmasian saja, melainkan juga dapat mengelola apotek sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis yang dapat memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan (stake holder) tanpa harus menghilangkan fungsi sosoialnya di masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s